Siapa sih yang tak tahu Enid Blyton? Cerita-cerita anak yang ditulisnya terkenal di seluruh dunia dan tidak pernah ketinggalan zaman. Kali ini English with RnB akan membahas salah satu cerita pendek karya Enid Blyton dalam buku Si Babi Ungu dan Cerita-Cerita Lain yang termasuk dalam Seri Kumbang.

Foto: goodreads.com

Terdapat tujuh cerpen dalam buku ini, dan yang pertama berjudul “Si Babi Ungu”. Tokoh utama dalam cerpen ini adalah Jenny dan Will. Mereka tidak suka pada Nyonya Lump yang kelihatannya pemarah. Suatu hari, ibu menyuruh Jenny dan Will pergi ke rumah Nyonya Lump untuk memberinya sebuah mantel tua. Saat sampai di sana, mereka mengira Nyonya Lump tidak ada di rumah, sehingga mereka masuk begitu saja dan tanpa sengaja menjatuhkan celengan babi berwarna ungu milik Nyonya Lump hingga pecah. Karena ketakutan, mereka melarikan diri. Belum jauh mereka berlari, Jenny mengajak Will untuk meminta maaf karena ia tidak mau lari dari kesalahan.

Sesampainya di rumah Nyonya Lump, Jenny langsung mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Tak disangka, Nyonya Lump tidak marah dan memang sudah sejak lama merasa bosan serta benci melihat celengan itu. Dulu Nyonya Lump menyimpan uangnya di situ, tetapi kuncinya hilang, sehingga isinya tidak dapat diambil. Ia tidak sampai hati jika harus memecahkannya karena kakak iparnya yang telah memberinya celengan itu pasti marah. Dengan begitu, Nyonya Lump berterima kasih kepada Jenny dan Will. Sejak saat itulah mereka tahu bahwa Nyonya Lump manis dan baik hati.

Selalu mudah bagi para pembaca karya Enid Blyton untuk mengambil nilai moral yang disampaikannya. Dalam “Si Babi Ungu”, kita diajarkan untuk tidak menilai orang lain hanya dari luar dan menjadi orang yang bertanggung jawab. Dalam cerita-cerita lain di buku ini pun, Enid Blyton menyampaikan banyak hal bermakna untuk para pembaca. Dalam cerita berjudul “Tak Bisa Dipercaya”, misalnya, Enid Blyton menggambarkan bahwa orang yang tidak dapat dipercaya akan mudah menjadi pengkhianat di kemudian hari. Mau tahu pesan-pesan moral apa lagi yang disampaikan Enid Blyton? Ayo baca karya-karyanya!

Leave a comment